Selasa, 03 Maret 2020

MediaTek Helio P95 Meluncur, Pertama dengan HyperEngine

MediaTek Helio P95 Meluncur, Pertama dengan HyperEngine
Selasa, 3 Maret 2020 | 15:47 WIB
Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi
 | 
Editor: Reska K. Nistanto
KOMPAS.com - Bersamaan dengan peluncuran Oppo Reno 3 Pro, MediaTek juga memperkenalkan chipset anyarnya, yakni Helio P95. Chipset ini mengotaki Reno 3 Pro non-5G yang baru saja meluncur di India.
MediaTek Helio P95 menyasar smartphone kelas menengah dengan membawa beberapa sejumlah peningkatan dibanding Helio P90. Meskipun secara arsitektur, Helio P95 mirip dengan Helio P90.
Secara spesifik, MediaTek mengklaim Helio P95 menawarkan peningkatan performa 10 persen lebih tinggi dibanding pendahulunya. Peningkatan ini didapatkan dari AI processing unit yang baru.
Berkat peningkatan ini, MediaTek Helio P95 mendukung teknologi HyperEngine besutan MediaTek. Ini adalah kali pertama chipset seri "P" MediaTek mendukung teknologi tersebut.
HyperEngine adalah teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan performa gaming dengan mengoptimasi hardware dan software.
System on chip (SOC) ini memiliki dua inti ARM Cortex-A75, dengan kecepatan 2,2 GHz dan enam inti ARM Cortex-A55 dengan kecepatan 2.0 GHz. Chip ini juga dibekali GPU PowerVR GM 9446 yang juga ada di Helio P90.
MediaTek Helio P95 mendukung kapasitas memori RAM hingga 8GB LPDDR4X dengan storage UFS 2.1. Untuk konektivitas, chipset ini belum mendukung 5G, hanya konektivitas 4G LTE, WiFi 802.11a/b/g/n/ac, dan Bluetooth 5.0.
Namun tetap saja, MediaTek menyebut ada sedikit peningkatan di Helio P95, Misalnya saja pada dukungan tambahan untuk kamera beresolusi 64 megapiksel dan peningkatan performa pada AI.
MediaTek Helio P95 juga menggunakan tiga prosesor gambar (ISP) untuk mendukung kamera utama 64 megapiksel.
Ini adalah sedikit peningkatan dibanding Helio P90, yang hanya mampu mendukung kamera utama 48 megapiksel. Dengan dukungan AI, kamera mampu melacak lima pose foto manusia, membuat avatar AR full body, 3D pose tracking, hingga mode malam.
Dirangkum KompasTekno dari Gadgets 360, Selasa (3/3/2020), MediaTek mengatakan, sejumlah smartphone baru yang ditenagai chipset Helio P95 akan mulai dipasarkan dalam waktu dekat.

TAG:

Selasa, 28 Januari 2020

Dengan 5G, Ibu Kota Baru Diharapkan Akan Jadi "Hub" Digital di Asia

Dengan 5G, Ibu Kota Baru Diharapkan Akan Jadi "Hub" Digital di Asia
Selasa, 28 Januari 2020 | 19:47 WIB
Ilustrasi 5G
Penulis: Yudha Pratomo
 | 
Editor: Oik Yusuf
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menetapkan bahwa Indonesia akan memiliki ibu kota baru pada 2024 mendatang. Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) menargetkan agar jaringan 5G dapat beroperasi di wilayah tersebut.
Menurut Menteri Kominfo, Johnny Plate, pemerintah akan menjadikan ibu kota baru nanti sebagai "ibu kota cerdas". Maksud "cerdas" dalam hal ini adalah pemanfaatan jaringan 5G untuk pengembangan teknologi di sana.
"Dalam kaitannya dengan transformasi ekonomi itu, ibu kota baru kita juga rencananya diimplementasikan teknologi 5G, deployment teknologi 5G, dan pemanfaatan 5G," kata Johnny saat ditemui di kantor Kementerian Kominfo, Selasa (28/1/2020).
Johnny pun mengatakan ibu kota baru tersebut nantinya diharapkan akan dapat mengadopsi teknologi-teknologi baru yang memanfaatkan jaringan 5G, seperti misalnya kendaraan otonom.
Ibu kota di mana sistem di dalamnya juga dipadati dengan teknologi digital. Kita berharap ibu kota baru kita menjadi salah satu digital hub di Asia," lanjut Johnny.
Ia pun mengatakan bahwa saat ini ada beberapa perusahaan teknologi yang melakukan uji coba jaringan 5G di Indonesia, seperti misalnya Qualcomm dan Huawei.
"Uji cobanya semuanya berhasil. Melalui trial 5G ini, mudah-mudahan diimplementasi di ibu kota negara baru kita. Kami harapkan ekosistemnya siap," kata Johnny.
Kendati demikian, menurut Johnny, ada tiga pertimbangan pemerintah untuk memutuskan penggunaan jaringan 5G atau tidak.
Faktor yang pertama adalah pilihan teknologi. Faktor tersebut terkait dengan kebijakan-kebijakan atau arah arah keputusan teknologi yang akan ditempuh.
Faktor kedua adalah ekonomi. Kemudian faktor ketiga adalah letak dan posisi geostrategis terkait wilayah yang akan mengadopsi jaringan 5G.
"Sehingga nanti di situ AI, robotik, nanti bisa berperan dengan baik, sehingga dia bermanfaat. Investasi 5G cukup mahal, sehingga perlu ekosistemnya juga siap," pungkas Johnny.

TAG:

Selasa, 21 Januari 2020

Bocoran Gambar Ungkap Keberadaan Poco F2 Lite

Bocoran Gambar Ungkap Keberadaan Poco F2 Lite
Selasa, 21 Januari 2020 | 13:31 WIB
Ponsel Pocophone F2 dikabarkan meluncur pada 2020
Penulis: Bill Clinten
 | 
Editor: Yudha Pratomo
KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Poco, yang kini telah lepas dari Xiaomi, disinyalir tengah memersiapkan Poco F2. Tampaknya Poco F2 bukan satu-satunya ponsel yang disiapkan Poco dalam waktu dekat. 
Pasalnya, seorang YouTuber gadget asal India, RevAtlas, membagikan sederet penampakan nyata dan spesifikasi Poco F2 Lite. Ponsel ini diyakini sebagai versi murah dari Poco F2 yang tengah dipersiapkan.
Gambar tersebut diperoleh RevAtlas dari seorang pembocor yang tak ingin disebutkan identitasnya. Berdasarkan gambar yang ia terima, tampang Poco F2 Lite terlihat identik dengan Redmi Note 7 Pro yang dirilis beberapa waktu lalu.
Dari bocoran gambar yang diunggah, terlihat adanya kemiripan pada desain poni (notch). Layarnya pun terlihat serupa dengan ponsel besutan sub-merek Xiaomi itu.

Tampilan layar dan About phone ponsel yang diyakini sebagai Poco F2 Lite.
RevAtlas juga mengunggah sebuah gambar halaman "about phone" yang biasanya berisi keterangan spesifikasi dari sebuah ponsel.
Pada gambar tersebut terlihat bahwa nama dan model ponsel tersebut adalah "Poco F2 Lite" dan tertulis menjalankan sistem antarmuka MIUI yang dirancang khusus untuk ponsel merek Poco.
Selain foto perangkat, sang pembocor juga mengungkap sedikit spesifikasi inti dari Poco F2 Lite.
Ponsel tersebut kabarnya akan dipersenjatai dengan chipset teranyar dari Qualcomm yang mendukung kemampuan jaringan 5G, yakni Snapdragon 765. Chipset ini dipadu dengan RAM 6 GB.
Menurut sang pembocor, Poco F2 Lite akan dibekali dengan baterai bongsor berkapasitas 5.000 mAh. Namun tak disebutkan apakah ponsel tersebut memiliki fitur pengisi daya cepat atau tidak. 
Meski tidak dibeberkan secara rinci, smartphone ini disebut akan hadir dengan kamera berresolusi tinggi dan dibanderol dengan harga yang lebih murah dibanding Poco F1.
Sebagai perbandingan, Poco F1 dijual di Indonesia mulai dari Rp 4,5 juta untuk varian RAM 6 GB dan penyimpanan 64 GB. Poco F1 dibekali chipset Snapdragon 845.
Pembocor tersebut juga mengatakan bahwa ponsel Poco F2 Lite merupakan salah satu dari tiga model Poco F2.
Dikutip KompasTekno dari Digit.in, Selasa (21/1/2020), dengan demikian ini adalah pertama kalinya Poco merilis tiga varian ponsel dalam satu waktu
Kendati demikian, pihak Poco sendiri masih belum buka suara terkait detail smartphone terbarunya. Kita tunggu saja.

Sumber: 

Selasa, 14 Januari 2020

iPhone 11 Dongkrak Jumlah Pengapalan iPhone di China

iPhone 11 Dongkrak Jumlah Pengapalan iPhone di China
Selasa, 14 Januari 2020 | 13:39 WIB
iPhone 11 series yang terpajang di salah satu Apple Store di Singapura.
Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi
 | 
Editor: Yudha Pratomo
KOMPAS.com - Popularitas iPhone 11 membawa kabar baik untuk penjualan iPhone di China. Pasalnya, jumlah pengapalan perangkat iPhone meningkat di sana, terutama saat periode liburan bulan Desember lalu.
Bahkan, pengapalan iPhone naik dua angka menjadi 18,7 persen secara year on year dengan pengapalan 3,18 juta unit.
Data itu dihimpun dari kalkulasi Bloomberg berdasarkan data dari pemerintah dan seluruh pengapalan smartphone, termasuk ponsel Android.
Peningkatan ini meneruskan tren positif pada bulan September hingga Oktober 2019 lalu. Pada periode tersebut, Apple mengapalkan sebanyak 10 juta unit iPhone.
Beberapa analis berpendapat bahwa penjualan iPhone 11 lebih tinggi dibanding pendahulunya, khususnya di China yang menjadi pasar kedua terbesar Apple setelah Amerika Serikat.
Sebelum iPhone 11 dirilis, Apple sempat terseok-seok di China karena banyaknya pemain lokal yang juga kuat, seperti Xiaomi dan Huawei.
Vendor asal Korea Selatan, Samsung, juga menyerobot pangsa pasar Apple di China untuk segmen ponsel premum.
CEO Apple Tim Cook pun mengadakan beberapa program untuk mendongkrak kembali penjualan iPhone di sana, seperti memberikan diskon dan tukar tambah (trade in).
"Konsumen di China akan mendapatkan iPhone 11 series lebih baik dibanding model tahun lalu karena harga yang lebih murah. Kami melihat penjualan model tahun lalu lebih lemah dibanding produk terbaru yang kian menguat," kata Nicole Peng, salah satu analis Canalyst, dihimpun dari Investors.
Penjualan iPhone di China diprediksi akan semakin meningkat menjelang Tahun Baru Imlek akhir Januari nanti.
Secara keseluruhan, penjualan smartphone di China menurun pada bulan Desember lalu ke angka 30 juta unit.
Jumlah itu turun 13,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 lalu, sebagaimana laporan Bloomberg, yang dirangkum KompasTekno, Selasa (14/1/2020).
Larisnya iPhone 11 series cukup menarik, sebab Apple sampai saat ini hanya menyediakan perangkat iPhone versi 4G, belum 5G seperti vendor lainnya.
Padahal, di China beberapa vendor smartphone mulai memasarkan ponsel 5G mereka. Apple diproyeksikan baru akan merilis iPhone 5G di tahun 2020 ini.

TAG:
 

Selasa, 03 Desember 2019

Xiaomi Rilis Lampu Senter yang Bisa Diubah Jadi Power Bank

Xiaomi Rilis Lampu Senter yang Bisa Diubah Jadi Power Bank
Selasa, 3 Desember 2019 | 19:57 WIB
Xiaomi merilis sebuah senter multifungsi. Senter tersebut bisa diubah menjadi lampu dinding dan power bank.
Penulis: Bill Clinten
 | 
Editor: Yudha Pratomo
KOMPAS.com - Tak hanya memproduksi smartphonevendor teknologi asal China,Xiaomi, kembali meririlis sebuah perangkat rumah yang cerdas dan unik.
Perangkat tersebut adalah sebuah lampusenter yang juga bisa digunakan sebagai lampu dinding serta power bank.
Lampu senter yang disebut sebagai Natuo Multifunction Induction Flashlight ini memiliki sejumlah sensor di dalamnya. Sensor tersebut membuat fungsi senter ini menjadi lebih canggih daripada senter biasa.
Sensor yang terdapat pada senter tersebut di antaranya adalah sensor dual photo yang mampu mengatur intensitas cahaya di dalam ruangan, ketika sedang digunakan sebagai lampu dinding.
Kemudian, ada pula komponen semacam sensor proximity yang berfungsi untuk mendeteksi kehadiran manusia di sekitar perangkat.
Dengan sensor tersebut, perangkat ini mampu menyala secara otomatis jika orang di dekatnya dan akan mati dengan sendirinya jika tidak mendeteksi keberadaan manusia.
Adapun jarak yang didukung sensor ini mencapai 3 meter dengan luas jangkauan 120 derajat.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gadgets360, Selasa (3/12/2019), senter multifungsi ini dibekali dengan baterai sebesar 2.600 mAh.
Meski kapasitas baterainya tidak begitu besar, perangkat ini dapat digunakan sebagai power bank dan mengisi daya perangkat lain.
Senter 3 in 1 ini dijual di halaman Xiaomi Youpin China dengan harga 119 Yuan atau sekitar Rp 238.500. Belum ada informasi apakah senter multifungsi ini akan diboyong ke luar China atau tidak.
Xiaomi sendiri sebelumnya meluncurkan Mi Smart LED Desk Lamp 1S di India beberapa waktu lalu. Lampu ini dilengkapi dengan kontrol kecerahan (2600-5000K) dan kontrol suhu warna.
Lampu tersebut dapat dikontrol melalui aplikasi, dan memiliki untuk Amazon Alexa, Google Assistant, dan Apple HomeKit.

Sumber: 

Selasa, 19 November 2019

WhatsApp Ternyata Bisa Diretas lewat Kiriman File Video

WhatsApp Ternyata Bisa Diretas lewat Kiriman File Video
Selasa, 19 November 2019 | 08:02 WIB
Penulis: Yudha Pratomo
 | 
Editor: Oik Yusuf
KOMPAS.com — Sebuah celah keamananditemukan pada aplikasi pesan instanWhatsApp. Celah tersebut memungkinkan peretas untuk mengirim kode berbahaya lewat file video berformat MP4.
Hal tersebut dijelaskan oleh Facebook yang merupakan induk dari WhatsApp melalui sebuah pemberitahuan. Dalam pemberitahuan yang dirilis, celah keamanan tersebut ditemukan pada sejumlah versi aplikasi WhatsApp.
"Problem ini terletak di proses parsing metadata file MP4 dan bisa digunakan untuk serangan DoS (Denial of Service) atau RCE (Remote Code Execution)," tulis Facebook dalam pengumumannya.
Dengan kata lain, celah keamanan itu bisa dieksploitasi untuk melakukan hal-hal seperti mengintip pesan pengguna hingga mengambil alih perangkat.
Untungnya, pihak WhatsApp kini sudah memperbaiki celah keamanan dimaksud lewat update. Masalah di atas hanya ditemukan pada aplikasi WhatsApp versi sebelum 2.19.274 di Android, versi sebelum 2.19.100 di iOS, dan versi sebelum 2.25.3 untuk Enterprise Client.
Kemudian, celah keamanan yang sama juga ada di aplikasi WhatsApp versi sebelum dan termasuk 2.18.368 di Windows Phone, aplikasi WhatsApp Business versi sebelum 2.19.104 di Android, dan WhatsApp Business versi sebelum 2.19.100.
Supaya aman, kalau aplikasi WhatsApp di ponsel masih lebih tua dari versi-versi di atas, sebaiknya segera lakukan pembaruan.
Pihak WhatsApp mengatakan tak ada tanda-tanda celah keamanan tersebut sempat dieksploitasi oleh hacker sebelum ditambal, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Next Web, Selasa (19/11/2019).
"Kami membuat laporan secara publik tentang potensi-potensi masalah yang sudah diperbaiki sesuai dengan praktik di industri. Dalam kasus ini, kami meyakini bahwa pengguna tak terdampak," ujar WhatsApp dalam sebuah pernyataan.
Sumber: 
TAG:

Selasa, 05 November 2019

Layanan Internet Indihome dan Telkomsel Dilaporkan Bermasalah

Layanan Internet Indihome dan Telkomsel Dilaporkan Bermasalah
Selasa, 5 November 2019 | 10:56 WIB
Editor: Reza Wahyudi
KOMPAS.com — Layanan internet Telkomseldan Telkom Indihome dilaporkan mengalami gangguan pada hari ini, Selasa (5/11/2019).
Hal ini mengakibatkan sejumlah pengguna tidak dapat mengakses situs web, media sosial, aplikasi chat, dan layanan internet lainnya. Meski demikian, layanan telepon dan SMS masih bisa digunakan secara normal.
Gangguan ini dikeluhkan pengguna mulai Senin sekitar pukul 10.00. Mereka melaporkan gangguan ini ke sejumlah media sosial.
Ini Indihome sama telkomsel pada kenapa sih? Masih bisa ngetweet pake wifi tapi foto sama video gak keluar. Telkomsel malah gak bisa dipake apa-apa,” ujar Tyas di akun media sosialnya.
Tumbangnya internet Telkom dan Telkomsel ini banyak dikeluhkan pengguna di Jabodetabek. Namun, pengguna di luar Jakarta juga mengeluhkan hal serupa.
Keluhan juga dilontarkan salah seorang pengguna di Sumatera. “@Telkomcareindihome payakumbuh lagi ada masalah,” tulis Aan Rizal di Twitter pada Senin siang.

Pengguna Telkom dan Telkomsel berusaha menghubungi layanan pelanggan kedua perusahaan. Akun Twitter dua perusahaan pelat merah ini, @Telkomsel dan @Telkomcare, pun kebanjiran mention dari ratusan pengguna.
KompasTekno telah mencoba menghubungi pihak Telkomsel dan Telkom terkait gangguan ini. Sampai berita ini diturunkan, hanya pihak Telkomsel yang memberikan pernyataan.
Juru bicara Telkomsel mengonfirmasi bahwa telah terjadi penurunan kualitas layanan data internet yang disebabkan oleh gangguan pada akses internet internasional Telkom Group, sedangkan untuk layanan voice dan SMS tetap berjalan normal.
"Saat ini layanan internet mulai berangsur pulih dan kami terus mengupayakan agar layanan internet dapat kembali normal. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Aldin Hasyim, GM External Corporate Communications Telkomsel.Ilustrasi.Editor: Reza Wahyudi
Pihak PT Telkom sebagai penyedia layananIndihome memberikan keterangan terkait gangguan hari ini. Berikut keterangan lengkapnya:
Terkait adanya gangguan akses internetinternasional TelkomGroup, dapat kami informasikan bahwa proses perbaikan telah selesai dilakukan. Gangguan yang sempat terjadi selama 45 menit ini dapat disolusikan pada pukul 11:10 WIB. Saat ini semua layanan TelkomGroup sudah beroperasi normal.
Telkom memohon maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami pelanggan yang terkena dampak gangguan. Proses recovery sudah selesai dilakukan dan pelanggan dapat menggunakan layanan TelkomGroup kembali seperti sedia kala.

Kami terus berkomitmen memastikan kualitas infrastruktur jaringan produk dan layanan TelkomGroup untuk pengalaman terbaik pelanggan.

Sumber Informasi : Kompas.com
https://tekno.kompas.com/read/2019/11/05/10564447/layanan-internet-indihome-dan-telkomsel-dilaporkan-bermasalah?page=2#