Selasa, 03 Desember 2019

Xiaomi Rilis Lampu Senter yang Bisa Diubah Jadi Power Bank

Xiaomi Rilis Lampu Senter yang Bisa Diubah Jadi Power Bank
Selasa, 3 Desember 2019 | 19:57 WIB
Xiaomi merilis sebuah senter multifungsi. Senter tersebut bisa diubah menjadi lampu dinding dan power bank.
Penulis: Bill Clinten
 | 
Editor: Yudha Pratomo
KOMPAS.com - Tak hanya memproduksi smartphonevendor teknologi asal China,Xiaomi, kembali meririlis sebuah perangkat rumah yang cerdas dan unik.
Perangkat tersebut adalah sebuah lampusenter yang juga bisa digunakan sebagai lampu dinding serta power bank.
Lampu senter yang disebut sebagai Natuo Multifunction Induction Flashlight ini memiliki sejumlah sensor di dalamnya. Sensor tersebut membuat fungsi senter ini menjadi lebih canggih daripada senter biasa.
Sensor yang terdapat pada senter tersebut di antaranya adalah sensor dual photo yang mampu mengatur intensitas cahaya di dalam ruangan, ketika sedang digunakan sebagai lampu dinding.
Kemudian, ada pula komponen semacam sensor proximity yang berfungsi untuk mendeteksi kehadiran manusia di sekitar perangkat.
Dengan sensor tersebut, perangkat ini mampu menyala secara otomatis jika orang di dekatnya dan akan mati dengan sendirinya jika tidak mendeteksi keberadaan manusia.
Adapun jarak yang didukung sensor ini mencapai 3 meter dengan luas jangkauan 120 derajat.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gadgets360, Selasa (3/12/2019), senter multifungsi ini dibekali dengan baterai sebesar 2.600 mAh.
Meski kapasitas baterainya tidak begitu besar, perangkat ini dapat digunakan sebagai power bank dan mengisi daya perangkat lain.
Senter 3 in 1 ini dijual di halaman Xiaomi Youpin China dengan harga 119 Yuan atau sekitar Rp 238.500. Belum ada informasi apakah senter multifungsi ini akan diboyong ke luar China atau tidak.
Xiaomi sendiri sebelumnya meluncurkan Mi Smart LED Desk Lamp 1S di India beberapa waktu lalu. Lampu ini dilengkapi dengan kontrol kecerahan (2600-5000K) dan kontrol suhu warna.
Lampu tersebut dapat dikontrol melalui aplikasi, dan memiliki untuk Amazon Alexa, Google Assistant, dan Apple HomeKit.

Sumber: 

Selasa, 19 November 2019

WhatsApp Ternyata Bisa Diretas lewat Kiriman File Video

WhatsApp Ternyata Bisa Diretas lewat Kiriman File Video
Selasa, 19 November 2019 | 08:02 WIB
Penulis: Yudha Pratomo
 | 
Editor: Oik Yusuf
KOMPAS.com — Sebuah celah keamananditemukan pada aplikasi pesan instanWhatsApp. Celah tersebut memungkinkan peretas untuk mengirim kode berbahaya lewat file video berformat MP4.
Hal tersebut dijelaskan oleh Facebook yang merupakan induk dari WhatsApp melalui sebuah pemberitahuan. Dalam pemberitahuan yang dirilis, celah keamanan tersebut ditemukan pada sejumlah versi aplikasi WhatsApp.
"Problem ini terletak di proses parsing metadata file MP4 dan bisa digunakan untuk serangan DoS (Denial of Service) atau RCE (Remote Code Execution)," tulis Facebook dalam pengumumannya.
Dengan kata lain, celah keamanan itu bisa dieksploitasi untuk melakukan hal-hal seperti mengintip pesan pengguna hingga mengambil alih perangkat.
Untungnya, pihak WhatsApp kini sudah memperbaiki celah keamanan dimaksud lewat update. Masalah di atas hanya ditemukan pada aplikasi WhatsApp versi sebelum 2.19.274 di Android, versi sebelum 2.19.100 di iOS, dan versi sebelum 2.25.3 untuk Enterprise Client.
Kemudian, celah keamanan yang sama juga ada di aplikasi WhatsApp versi sebelum dan termasuk 2.18.368 di Windows Phone, aplikasi WhatsApp Business versi sebelum 2.19.104 di Android, dan WhatsApp Business versi sebelum 2.19.100.
Supaya aman, kalau aplikasi WhatsApp di ponsel masih lebih tua dari versi-versi di atas, sebaiknya segera lakukan pembaruan.
Pihak WhatsApp mengatakan tak ada tanda-tanda celah keamanan tersebut sempat dieksploitasi oleh hacker sebelum ditambal, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Next Web, Selasa (19/11/2019).
"Kami membuat laporan secara publik tentang potensi-potensi masalah yang sudah diperbaiki sesuai dengan praktik di industri. Dalam kasus ini, kami meyakini bahwa pengguna tak terdampak," ujar WhatsApp dalam sebuah pernyataan.
Sumber: 
TAG:

Selasa, 05 November 2019

Layanan Internet Indihome dan Telkomsel Dilaporkan Bermasalah

Layanan Internet Indihome dan Telkomsel Dilaporkan Bermasalah
Selasa, 5 November 2019 | 10:56 WIB
Editor: Reza Wahyudi
KOMPAS.com — Layanan internet Telkomseldan Telkom Indihome dilaporkan mengalami gangguan pada hari ini, Selasa (5/11/2019).
Hal ini mengakibatkan sejumlah pengguna tidak dapat mengakses situs web, media sosial, aplikasi chat, dan layanan internet lainnya. Meski demikian, layanan telepon dan SMS masih bisa digunakan secara normal.
Gangguan ini dikeluhkan pengguna mulai Senin sekitar pukul 10.00. Mereka melaporkan gangguan ini ke sejumlah media sosial.
Ini Indihome sama telkomsel pada kenapa sih? Masih bisa ngetweet pake wifi tapi foto sama video gak keluar. Telkomsel malah gak bisa dipake apa-apa,” ujar Tyas di akun media sosialnya.
Tumbangnya internet Telkom dan Telkomsel ini banyak dikeluhkan pengguna di Jabodetabek. Namun, pengguna di luar Jakarta juga mengeluhkan hal serupa.
Keluhan juga dilontarkan salah seorang pengguna di Sumatera. “@Telkomcareindihome payakumbuh lagi ada masalah,” tulis Aan Rizal di Twitter pada Senin siang.

Pengguna Telkom dan Telkomsel berusaha menghubungi layanan pelanggan kedua perusahaan. Akun Twitter dua perusahaan pelat merah ini, @Telkomsel dan @Telkomcare, pun kebanjiran mention dari ratusan pengguna.
KompasTekno telah mencoba menghubungi pihak Telkomsel dan Telkom terkait gangguan ini. Sampai berita ini diturunkan, hanya pihak Telkomsel yang memberikan pernyataan.
Juru bicara Telkomsel mengonfirmasi bahwa telah terjadi penurunan kualitas layanan data internet yang disebabkan oleh gangguan pada akses internet internasional Telkom Group, sedangkan untuk layanan voice dan SMS tetap berjalan normal.
"Saat ini layanan internet mulai berangsur pulih dan kami terus mengupayakan agar layanan internet dapat kembali normal. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Aldin Hasyim, GM External Corporate Communications Telkomsel.Ilustrasi.Editor: Reza Wahyudi
Pihak PT Telkom sebagai penyedia layananIndihome memberikan keterangan terkait gangguan hari ini. Berikut keterangan lengkapnya:
Terkait adanya gangguan akses internetinternasional TelkomGroup, dapat kami informasikan bahwa proses perbaikan telah selesai dilakukan. Gangguan yang sempat terjadi selama 45 menit ini dapat disolusikan pada pukul 11:10 WIB. Saat ini semua layanan TelkomGroup sudah beroperasi normal.
Telkom memohon maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami pelanggan yang terkena dampak gangguan. Proses recovery sudah selesai dilakukan dan pelanggan dapat menggunakan layanan TelkomGroup kembali seperti sedia kala.

Kami terus berkomitmen memastikan kualitas infrastruktur jaringan produk dan layanan TelkomGroup untuk pengalaman terbaik pelanggan.

Sumber Informasi : Kompas.com
https://tekno.kompas.com/read/2019/11/05/10564447/layanan-internet-indihome-dan-telkomsel-dilaporkan-bermasalah?page=2#

Rabu, 11 September 2019

Baru 6 Bulan Dijual, Produksi Galaxy A50 di Indonesia Sudah Dihentikan

Baru 6 Bulan Dijual, Produksi Galaxy A50 di Indonesia Sudah Dihentikan
Rabu, 11 September 2019 | 18:25 WIB
Samsung Galaxy A50 memiliki 3 kamera belakang.
Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi
 | 
Editor: Oik Yusuf
KOMPAS.com - Ponsel Samsung Galaxy A50pertama kali dirilis di Indonesia pada Maret lalu. Baru 6 bulan dijual, produksi perangkat tersebut kini telah dihentikan.
Product Marketing Manager Samsung Indonesia mengonfirmasi langsung kabar ini ketika ditemui di acara experience Galaxy A50s di Jakarta, Rabu (11/9/2019. Ia enggan menyebutkan kapan tepatnya produksi Galaxy A50 distop.

"Pokoknya sejak September sudah transisi ke Galaxy A50s," ungkap Irfan mengungkapkan alasannya. Galaxy A50s yang dijajal oleh wartawan dalam kesempatan itu memang hadir sebagai pengganti Galaxy A50.
Irfan beralasan, transisi yang cepat ini menyesuaikan dengan permintaan konsumen, terutama kalangan anak muda yang menjadi sasaran Galaxy A series.
Untuk ketersediaan Galaxy A50s di pasaran Indonesia, Irfan mengatakan peredaran ponsel itu sudah mulai berkurang.
Galaxy A50s dibanderol Rp 4.099.000 untuk varian RAM 4 GB dan 4.899.000 untuk varian RAM 6 GB. Ponsel ini akan mulai dijual perdana secara offline pada 19 September 2019.
"Mungkin ada beberapa toko yang masih ada, kami belum lihat secara nasional. Namun di situs Samsung hanya tersedia Galaxy A50s," ujar Irfan.
Galaxy A50s memang membawa sejumlah peningkatan dibanding Galaxy A50. Misalnya saja di resolusi kamera utama yang meningkat dari 25 megapiksel menjadi 48 megapiksel.
Untuk kebutuhan selfie juga tersedia resolusi kamera lebih besar yakni 32 megapiksel dari sebelumnya 25 megapiksel. Untuk pertama kalinya, Samsung menyematkan fitur NFC di ponsel menengah.
Biasanya, fitur ini hanya hadir di ponsel flagship seperti Galaxy S atau Galaxy Note. Di lini Galaxy A, fitur NFC sebelumnya baru ada di Galaxy A80 yang harganya Rp 9 jutaan.
Nasib yang sama, kata Irfan, juga akan berlaku untuk Galaxy A10 dan Galaxy A30 yang kabarnya akan digantikan posisinya oleh Galaxy A10s dan Galaxy A30s.
Ia pun tak menampik bahwa gencarnya Samsung merilis Galaxy A sepanjang tahun ini, membuat siklus pembaruan perangkat berjalan lebih cepat dari tahun lalu.

Rabu, 28 Agustus 2019

Vivo Nex 3 Punya Layar "Air Terjun" dan Baterai 6.400 mAh?

Vivo Nex 3 Punya Layar "Air Terjun" dan Baterai 6.400 mAh?
Rabu, 28 Agustus 2019 | 12:49 WIB
    Ilustrasi Vivo Nex 3 dalam genggaman. Vivo Nex 3 tampak mengusung desain layar Waterfall Screen dengan bezel tipis di sekelilingnya.
    Penulis: Bill Clinten
     | 
    Editor: Reza Wahyudi
    KOMPAS.com - Ponsel terbaru Vivo dari seri Nex, Vivo Nex 3, disebut bakal meluncur dalam waktu dekat. Bocoran desain serta spesifikasi ponsel generasi Vivo Nex teranyar itu sudah menyeruak di dunia maya.
    Berdasarkan bocoran di jejaring sosial Weibo, Vivo Nex 3 bakal mengusung desain layar " Waterfall Screen". Informasi ini kemudian dikonfirmasi melalui sebuah video resmi yang diunggah akun Vivo di Weibo pula.

    Video tersebut menampilkan para influenceryang menjajal Vivo Nex 3 di Australia.
    Tampak dari video, bisa dilihat bagian depan Vivo Nex 3 terlihat penuh dengan layar dengan rasio bodi terhadap layar yang diklaim mencapai 99,6 persen.
    Bagian yang melengkung (curved) dengan sudut vertikal di layar model "air terjun" ini terlihat menutupi seluruh sisi kiri dan kanan ponsel sehingga perangkat tersebut tampak tak memiliki tepian bezel di samping.
    Selain layar, Vivo Nex 3 juga bakal ditopang dengan baterai berkapasitas jumbo. Tak tanggung-tanggung, ponsel tersebut disinyalir bakal dibekali baterai hingga 6.400 mAh dengan dukungan pengisian cepat 44 watt.
    Kendati begitu, ada rumor yang mengatakan bahwa Vivo Nex 3 mendukung pengisian daya super cepat hingga 120 watt. Belum bisa dipastikan informasi mana yang akurat. 
    Fitur lainnya, berdasarkan rumor, mencakup chipset Snapdragon 855 Plus, storage jenis UFS 3.0, RAM 12 GB, 3,5mm audio jack, konektivitas NFC, serta dukungan jaringan 5G sebagaimana dirangkum KompasTekno dari SparrowsNews, Rabu (28/8/2019). 
    Ada pula kamera selfie ganda dengan mekanisme pop-up, serta konfigurasi tiga kamera belakang, dengan kamera utama 64 megapiksel, yang ditampung di dalam satu modul elips. 
    Meski desain Vivo Nex 3 sudah bisa ditebak, informasi spesifikasi yang digelontorkan di dalam artikel ini baru sekadar rumor. Sebab, pihak Vivo belum mau membeberkan spesifikasi resmi ponsel Vivo Nex 3.
    Informasi lebih rinci terkait ponsel ini kabarnya bakal dibeberkan Vivo pada bulan September mendatang. Namun, belum diketahui secara pasti tanggal pastinya.

Rabu, 21 Agustus 2019

Xiaomi Mi 9T Pro Meluncur, Inikah Flagship yang Bakal Masuk Indonesia?

Xiaomi Mi 9T Pro Meluncur, Inikah Flagship yang Bakal Masuk Indonesia?
Wahyunanda Kusuma Pertiwi - Kompas Tekno
Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:19 WIB
Redmi K20 Pro rebranding menjadi Mi 9T Pro di pasar Eropa dan internasional.
KOMPAS.com - Smartphone Redmi K20 Protelah dirilis di China dan India beberapa waktu lalu. Kini, smartphone flagship "budget" itu lahir kembali dengan nama Mi 9T Pro untuk pasar Eropa dan internasional.
Akankah smartphone flagship ini yang dijanjikan Xiaomi bakal dijual di Indonesia? Menurut laporan Technave, Mi 9T Pro akan diboyong ke Malaysia.

Kehadirannya di Asia Tenggara memberikan sinyal bahwa Mi 9T Pro juga akan hadir di negara Asia Tenggara lain, termasuk Indonesia.
Xiaomi Indonesia pernah mengatakan sebelumnya bahwa akan memboyong smartphone flagship ke Tanah Air. Apakah benar yang dimaksud adalah Mi 9T Pro? Kita nantikan saja.
Kembali ke peluncuran Mi 9T Pro, dengan embel-embel "Pro", tentu spesifikasinya lebih tinggi dibanding Mi 9T.
Otak perangkatnya ditenagai chip Snapdragon 855, alih-alih Snapdragon 730 seperti yang tertanam di Mi 9T. Chipset tersebut dipadu dengan RAM 6 GB dan dua pilihan memori internal, yakni 64 GB dan 128 GB.
Di sisi desain, ponsel ini memiliki layar berbentang 6,39 inci berpanel AMOLED dengan resolusi 1.080 x 2.340, dan rasio aspek 19,5:9. Bingkai atau bezel-nya tipis dan tidak ada "notch" di sudut layar, karena 
kamera depannya diakomodir mekanisme pop-up.
Kamera depannya memiliki resolusi 20 megapiksel. Untuk kamera belakang, Xiaomi menyematkan tiga kamera yang terdiri dari kamera utama 48 megapiksel, kamera wide angle 13 megapiksel, dan telefoto 8 megapiksel.
Tidak ada pemindai sidik jari di punggung, sebab Xiaomi menanamkan sensornya di dalam layar. Mi 9T Pro disokong baterai berkapasitas 4.000 mAh. Ponsel ini menjalankan software Android 9 Pie yang dilapisi antarmuka MIUI 10.
Di pasar Eropa, Mi 9T Pro mulai bisa dibeli saat ini, sebagaimana KompasTekno lansir dari XDA Developer, Rabu (21/8/2019). Harganya dibanderol mulai dari 399 euro ( Rp 6,3 jutaan) untuk model RAM 6 GB/64 GB dan 449 euro (Rp 7,1 jutaan) untuk model RAM 6 GB/128 GB.
Sama dengan Redmi K20 Pro, Mi 9T Pro juga tersedia dalam tiga warna, yakni Glacier Blue, Carbon Black, dan Red Flame.
Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor: Reska K. Nistanto

Samsung Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus Resmi Meluncur di Indonesia

Samsung Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus Resmi Meluncur di Indonesia

Wahyunanda Kusuma Pertiwi - Kompas Tekno
Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:21 WIB
Samsung Galaxy Note 10 resmi meluncur global, Kamis (8/8/2019).
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah merilisGalaxy Note 10 dan Note 10 Plus di New York, AS 7 Agustus lalu, Samsung akhirnya meresmikan kehadiran duo flagship barunya di Indonesia lewat acara peluncuran di Jakarta hari ini, Rabu (21/8/2019).
Samsung rencananya akan menggelar penjualan perdana atau consumer launchGalaxy Note 10 dan Note 10 pada Jumat, (23/8/2019).

Ini artinya, calon konsumen yang melewatkan sesi pre-order 9-18 Agustus kemarin, akan bisa langsung membeli duo Galaxy Note 10 di gerai-gerai offline pada 23 Agustus mendatang.
Galaxy Note 10 merupakan seri Galaxy Note pertama dari Samsung yang terdiri dari dua model. Perbedaan di antara keduanya mencakup ukuran layar dan beberapa aspek spesifikasi.
Galaxy Note 10 Plus lebih cocok disebut sebagai penerus Galaxy Note 9 tahun lalu dengan ukuran fisik sebanding. Sedangkan Galaxy Note 10 merupakan pilihan baru yang lebih kecil bagi mereka yang ingin ponsel berukuran lebih ringkas.
IT & Mobile VP Samsung Electronics Indonesia Bernard Ng mengatakan Galaxy Note 10 memang berukuran lebih kecil dari Galaxy Note 10 Plus, tapi kemampuan produktivitasnya sama.
“Note 10 lebih kecil dan compact dengan tetap mengusung fitur-fitur unggulan di seri Galaxy Note,” ujar Bernard saat memperkenalkan perangkat tersebut di panggung acara.
Perbedaan Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus
Galaxy Note 10 memiliki bentang layar 6,3 inci, sedikit lebih kecil dibanding Galaxy Note 9 yang berbentang 6,4 inci, namun ukuran fisiknya juga lebih mungil.
Sementara itu, Galaxy Note 10 Plus ukuran layarnya 6,8 inci dengan ukuran fisik lebih kurang sama dengan Galaxy Note 9.
Desain layar keduanya turut dirombak, mengikuti desain Galaxy S10 yakni mengadopsi desain Infinity-O atau lubang kamera tunggal di depan (punch hole).

Soal kamera, Samsung juga melekatkan modul yang berbeda tahun ini, alih-alih kamera ganda, Galaxy Note 10 dibekali tiga kamera.
Pertama adalah kamera ultra wide 16 MP (f/2.2) 123 derajat yang ditemani kamera wide angle 77 derajat dual aperture (f/1.5 atau f/f2.4) 12 MP OIS.
Kamera ketiga, adalah telephoto 12 MP (f/2.1), OIS, dengan bidang pandang 45 derajat.
Khusus Galaxy Note 10 Plus ada kamera keempat di punggung berupa kamera time of flight (ToF) untuk menerapkan efek AR dan 3D.
Untuk kamera depan, baik Galaxy Note 10 maupun Note 10 Plus sama-sama dibekali kamera selfie beresolusi 10 MP dengan bidang pandang 80 derajat.
Fitur baru lainnya di kedua perangkat mencakup pemindai sidik jari di layar, serta S Pen yang kini bisa mengendalikan perangkat secara wireless. Ada yang dihilangkan, yakni jack audio 3,5mm yang perannya kini diambil alih oleh USB type C.
Dapur pacu kedua ponsel sama-sama mengandalkan chip Exynos 9825, dengan perbedaan di kapasitas RAM dan storage.Media internal di Galaxy Note 10 Plus masih bisa diperluas dengan microSD hingga 1 TB, tidak demikian halnya dengan Galaxy Note 10 reguler.
Baterai Galaxy Note 10 Plus juga lebih besar, yakni 4.300 mAh dibanding 3.500 mAh pada Galaxy Note 10. 
Harga Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus
Samsung menyediakan Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus t dalam tiga varian warna, yakni Aura Glow, Aura White, dan Aura Black. Rincian harganya sebagai berikut.
Galaxy Note 10 RAM 8 GB/256 GB: Rp 13.999.000.
Galaxy Note 10 Plus RAM 12 GB/256 GB: Rp 16.499.000
Galaxy Note 10 Plus RAM 12 GB/512 GB: Rp 18.999.000.
Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor: Oik Yusuf

Rabu, 07 Agustus 2019

Lebih Dekat dengan Vivo Z1 Pro, Ponsel Baterai Jumbo dan "Layar Bolong"

Lebih Dekat dengan Vivo Z1 Pro, Ponsel Baterai Jumbo dan "Layar Bolong"

Bill Clinten - Kompas Tekno
Rabu, 7 Agustus 2019 | 19:51 WIB
Ilustrasi Vivo Z1 Pro dengan kotak penjualan. Dari tampangnya saja bisa dilihat Vivo Z1 Pro mengusung desain layar punch hole atau layar berlubang yang disebut Ultra O Screen. 

Lubang ini kemudian digunakan untuk menampung kamera selfie 32 megapiksel dengan bukaan lensa f/2.0. Layar Vivo Z1 Pro sendiri memiliki luas bentangan 6,53 inci dengan resolusi 1.080 x 2.340 piksel serta rasio layar 19:9.
KOMPAS.com - Vivo Z1 Pro baru saja resmi hadir di Indonesia. Smartphone dengan banderol Rp 3,1 juta ini mengunggulkan beberapa fitur andalan, seperti baterai "jumbo" berkapasitas 5.000 mAh dan layar lebar dengan kamera selfie di dalam lubang punch hole.
Desain layar berlubang macam ini dijuluki sebagai "Ultra O Screen" oleh Vivo. Di dalam punch hole terdapat kamera depan 32 megapiksel (f/2.0). Layar Z1 Pro sendiri memiliki diagonal 6,53 inci dengan resolusi 1.080 x 2.340 piksel serta rasio 19:9
Bagian belakang Vivo Z1 terbuat dari plastik polikarbonat yang dilabur warna mengilap (glossy). Ada pemindai sidik jari berbentuk elips yang disematkan di sini. 
Di sisi punggung ini pula, terdapat tiga kamera yang terdiri dari kamera wide 16 megapiksel (f/1.8), kamera ultra-wide 120 derajat 8 megapiksel (f/2,2), dan depth sensor 2 megapiksel (f/2.4) berikut LED flash.
Di sisi kiri perangkat terdapat tombol khusus untuk memanggil Google Assistant. Ada juga  slot untuk 2 kartu SIM dan 1 slot kartu micro-SD dengan kapasitas hingga 256 GB.
Vivo Z1 Pro masih menggunakan port microUSB yang diletakkan berdampingan dengan jack audio 3,5mm di sisi bawah perangkat.
Ilustrasi tiga kamera belakang di Vivo Z1 Pro. Di sisi ini, terdapat tiga modul kamera dan satu buah modul LED flash yang disusun secara vertikal, berikut pemindai sidik jari berbentuk elips yang diletakkan sejajar dengan modul LED flash tadi.

Berbicara kamera belakang, Vivo Z1 Pro dibekali kamera utama 16 megapiksel dengan bukaan f/1.8. Kamera kedua beresolusi 8 megapiksel dengan bukaan lensa f/2.2 dan bisa dimanfaatkan untuk menjepret momen dengan jangkauan pandang 120 derajat. Ada juga kamera 2 megapiksel dengan bukaan f/2.4 untuk kebutuhan depth sensing.
 Untuk jeroan, Vivo Z1 Pro dibekali Snapdragon 712, RAM 4 GB, dan media penyimpanan 64 GB, di samping baterai 5.000 mAh tadi. Sistem operasinya menggunakan Android 9 berlapis antarmuka Funtouch OS khas Vivo.
Penulis: Bill Clinten
Editor: Oik Yusuf